Doa Sudah Sholat: Bacaan Dzikir dan Doa Setelah Shalat Fardhu

doa sudah sholat

TL;DR

Doa sudah sholat dimulai dengan istighfar tiga kali, dilanjutkan tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing 33 kali, lalu membaca ayat Kursi dan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, serta An-Nas. Setelah dzikir selesai, barulah doa pribadi dipanjatkan. Semua bacaan ini berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW.

Setelah salam, banyak orang langsung berdoa panjang atau justru langsung berdiri meninggalkan sajadah. Padahal, ada urutan dzikir dan doa sudah sholat yang dicontohkan Rasulullah SAW dan memiliki keutamaan tersendiri jika diamalkan secara rutin. Bacaan ini tidak panjang dan bisa diselesaikan dalam beberapa menit saja.

Artikel ini menyajikan doa dan dzikir setelah shalat fardhu lengkap dengan bacaan Arab, latin, dan terjemahannya, berdasarkan hadits-hadits yang shahih.

Urutan Dzikir Setelah Shalat Fardhu

Berdasarkan beberapa hadits shahih, urutan dzikir setelah shalat fardhu dimulai dari istighfar, kemudian dilanjutkan dengan bacaan-bacaan dzikir tertentu sebelum masuk ke doa. Urutan ini bukan sekadar tradisi, tapi memiliki dasar dari praktik Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh para sahabat.

1. Istighfar (3 Kali)

Bacaan pertama setelah salam adalah istighfar. Menurut hadits riwayat Muslim dari Tsauban radhiyallahu anhu, Rasulullah SAW selalu membaca istighfar tiga kali setelah salam.

Bacaan Arab: اَسْتَغْفِرُ اللهَ (3x)

Latin: Astaghfirullah (3x)

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah.”

2. Doa Keselamatan

Setelah istighfar, dilanjutkan dengan doa yang masih berdasarkan hadits riwayat Muslim:

Bacaan Arab: اَللّٰهُمَّ اَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْاِكْرَامِ

Latin: Allahumma antas salaam wa minkas salaam, tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam.

Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemberi Keselamatan, dan dari-Mu keselamatan. Mahamulia Engkau, wahai Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”

3. Tasbih, Tahmid, dan Takbir (Masing-masing 33 Kali)

Rasulullah SAW menganjurkan untuk membaca tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing 33 kali setelah shalat fardhu. Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu.

  • Tasbih: سُبْحَانَ اللهِ (Subhanallah) – “Mahasuci Allah” (33x)
  • Tahmid: اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ (Alhamdulillah) – “Segala puji bagi Allah” (33x)
  • Takbir: اَللهُ اَكْبَرُ (Allahu Akbar) – “Allah Mahabesar” (33x)

Setelah selesai, genapkan dengan membaca kalimat tauhid satu kali:

Bacaan Arab: لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Latin: Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir.

Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”

4. Membaca Ayat Kursi

Membaca ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255) setelah shalat fardhu memiliki keutamaan yang besar. Menurut hadits riwayat An-Nasai yang dishahihkan Al-Albani, barang siapa membaca ayat Kursi setiap selesai shalat fardhu, maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian.

Bacaan Arab: اَللهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ اِلَّا بِاِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ اِلَّا بِمَا شَاۤءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَلَا يَـُٔوْدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

5. Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

Setelah ayat Kursi, dianjurkan membaca tiga surat pendek ini masing-masing satu kali. Berdasarkan hadits riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi, Rasulullah SAW menganjurkan membaca ketiga surat ini setelah setiap shalat. Khusus setelah shalat Maghrib dan Subuh, ketiga surat ini dibaca tiga kali.

Doa Sudah Sholat yang Sering Diamalkan

Setelah rangkaian dzikir di atas selesai, barulah waktu yang tepat untuk memanjatkan doa pribadi. Berikut beberapa doa sudah sholat yang populer diamalkan umat Muslim Indonesia, berdasarkan hadits dan ajaran yang dikenal luas:

Doa Mohon Pertolongan untuk Beribadah

Bacaan Arab: اَللّٰهُمَّ اَعِنِّيْ عَلٰى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Latin: Allahumma a’innii ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatik.

Artinya: “Ya Allah, tolonglah aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbaiki ibadahku kepada-Mu.”

Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu anhu. Rasulullah SAW secara khusus berpesan kepada Mu’adz agar tidak meninggalkan doa ini setiap selesai shalat.

Doa Perlindungan dari Empat Perkara

Bacaan Arab: اَللّٰهُمَّ اِنِّيْ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ اَللّٰهُمَّ اِنِّيْ اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ

Latin: Allahumma innii a’uudzu bika min ‘adzaabil qabri wa a’uudzu bika min fitnatil masiihid dajjaal wa a’uudzu bika min fitnatil mahyaa wal mamaat. Allahumma innii a’uudzu bika minal ma’tsami wal maghram.

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, dari fitnah Dajjal, dari fitnah kehidupan dan kematian. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan hutang.”

Baca juga: Kabupaten Timor Tengah Utara: Profil, Wisata, dan Budaya TTU

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Berdoa

Ada beberapa hal penting yang sering terlewatkan saat mengamalkan doa sudah sholat:

  • Dzikir dulu, baru doa. Banyak yang langsung berdoa setelah salam. Padahal, dzikir (istighfar, tasbih, tahmid, takbir, ayat Kursi) didahulukan karena ini adalah amalan yang secara spesifik dicontohkan Rasulullah SAW setelah salam.
  • Mengangkat tangan saat berdoa. Para ulama berbeda pendapat tentang mengangkat tangan saat berdoa setelah shalat fardhu. Sebagian membolehkan karena mengangkat tangan saat berdoa secara umum disunnahkan, sementara sebagian lain berpendapat tidak ada dalil khusus untuk mengangkat tangan setelah shalat fardhu.
  • Berdoa dengan suara pelan. Doa setelah shalat fardhu sebaiknya dipanjatkan secara pribadi dengan suara pelan, bukan dibaca keras bersama-sama. Menurut Konsultasi Syariah, doa bersama dengan satu orang memimpin dan yang lain mengamini bukan praktik yang dicontohkan Rasulullah.
  • Konsistensi lebih penting dari panjangnya doa. Doa yang pendek tapi rutin diamalkan setiap shalat lebih baik daripada doa panjang yang hanya sesekali dibaca. Rasulullah SAW sendiri menyukai amalan yang konsisten meskipun sedikit.

Keutamaan Dzikir dan Doa Setelah Shalat

Waktu setelah shalat fardhu termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa. Menurut hadits riwayat At-Tirmidzi, doa yang paling dikabulkan adalah doa di penghujung malam dan setelah shalat fardhu (maktubah). Inilah alasan mengapa mengamalkan doa sudah sholat secara rutin sangat dianjurkan.

Selain itu, dzikir setelah shalat juga memiliki keutamaan tersendiri. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang bertasbih 33 kali, bertahmid 33 kali, bertakbir 33 kali, lalu menggenapkan dengan kalimat tauhid hingga seratus, maka dosanya akan diampuni meski sebanyak buih di lautan (HR. Muslim).

Mengamalkan doa sudah sholat sesuai tuntunan Rasulullah SAW tidak membutuhkan waktu lama. Seluruh rangkaian dzikir dan doa di atas bisa diselesaikan dalam waktu sekitar 5 hingga 10 menit. Kuncinya bukan pada panjang atau pendeknya bacaan, tapi pada kekhusyukan dan konsistensi dalam mengamalkannya setiap hari setelah lima waktu shalat.

FAQ

Apa bacaan pertama yang dibaca setelah salam dalam shalat?

Bacaan pertama setelah salam adalah istighfar (Astaghfirullah) sebanyak tiga kali, kemudian dilanjutkan dengan doa “Allahumma antas salaam wa minkas salaam, tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam.” Ini berdasarkan hadits shahih riwayat Muslim.

Apakah doa setelah sholat wajib dibaca dengan suara keras?

Tidak. Doa setelah shalat fardhu sebaiknya dibaca dengan suara pelan secara pribadi. Membaca doa bersama-sama dengan satu orang memimpin bukan praktik yang dicontohkan Rasulullah SAW, meskipun ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hal ini.

Berapa kali tasbih, tahmid, dan takbir dibaca setelah shalat?

Masing-masing dibaca 33 kali: Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allahu Akbar 33 kali. Setelah itu, digenapkan menjadi 100 dengan membaca kalimat tauhid (Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lah) satu kali.

Apa keutamaan membaca ayat Kursi setelah shalat fardhu?

Menurut hadits riwayat An-Nasai, barang siapa membaca ayat Kursi setelah setiap shalat fardhu, maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian. Hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani.

Apakah boleh berdoa dengan bahasa Indonesia setelah shalat?

Boleh. Doa bisa dipanjatkan dalam bahasa apa pun, termasuk bahasa Indonesia. Yang utama adalah kekhusyukan dan keyakinan saat berdoa. Namun, untuk dzikir (tasbih, tahmid, takbir, ayat Kursi), sebaiknya tetap menggunakan bacaan dalam bahasa Arab.

Scroll to Top